Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam periode keduanya menjabat akan membuka pintu investasi seluas-luasnya. Pasalnya, menurut Jokowi dengan adanya investasi yang masuk ke Indonesia maka lapangan kerja akan terbuka sebesar-besarnya.

“Kita akan masukkan investasi seluas-luasnya, untuk rangka membuka lapangan kerja sebesar-besarnya,” kata Jokowi.

Untuk itu Jokowi mengatakan dia akan berjanji memangkas semua yang menghambat masuknya investasi. Mulai dari perijinan yang lambat dan berbelit, bahkan pungli.


Detik

“Oleh sebab itu yang hambat investasi harus dipangkas. Baik itu perizinan lambat dan berbelit, apalagi yang ada punglinya,” kata Jokowi.

“Hati hati! Ke depan saya pastikan akan saya kejar,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan membubarkan lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat. Jokowi bahkan memberi penekanan pada rencana pembubaran lembaga yang tidak bermanfaat tersebut.

“Oleh sebab itu butuh menteri-menteri yang berani, kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah. Sekali lagi, kalau ada lembaga tidak bermanfaat dan bermasalah saya pastikan saya bubarkan,” tegas Jokowi.

Jokowi mulanya menerangkan, pola pikir birokrasi mesti berubah. Jokowi kemudian mengatakan, jika tidak berubah maka akan dipangkas.


Tribun Kaltim

“Hati-hati kalau pola pikir, kalau mindset birokrasi tidak berubah saya pastikan akan saya pangkas,” ujarnya.

Lalu, dia menuturkan, kecepatan memberikan izin merupakan kunci reformasi birokrasi Indonesia.

“Tolong ini dicatat, karena kecepatan melayani kecepatan memberikan izin menjadi kunci reformasi birokrasi kita,” ujarnya.

Sumber: Detik Finance
Facebook Comments